| Sungguminasa, Tribun -- Kurang lebih 700 santri Sanggar Pendidikan Anak Saleh (SPAS) se Kabupaten Gowa mengikuti ujian perdana di gedung Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN)1 Somba Opu, Jl Mesjid Raya, Sungguminasa, Rabu (27/6). Ujian perdana ini dipantau langsung oleh Direktur Pendidikan Masyarakat Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Sujarwo, dan Direktur Kesetaraan Depdiknas, Ella Yulaelawati. Mereka juga memantau ujian paket B yang sementara berlangsung. Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Gowa, Idris Faisal Kadir, mengatakan, kehadiran dua direktur depdiknas itu sekaligus melakukan penilaian hasil evaluasi. Ujian dilakukan secara tertulis. |
| "Hasil evaluasi itu akan jadi acuan apakah ijazah SPAS bisa disetarakan dengan ujian paket A setara sekolah dasar (SD) atau tidak. Hasil ujiannya akan langsung diperiksa," jelasnya sebelum pelaksanaan ujian berlangsung, kemarin. Semula, santri yang akan ikut ujian hanya sekitar 500 orang karena sekitar 200 orang adalah anak putus sekolah menengah pertama (SMP). Namun, santari dari anak putus SMP itu akhir diikutkan juga ujian karena beberapa pertimbangan. Pendidikan Gratis SPAS merupakan program pendidikan alternatif bagi anak-anak usia produktif. SPAS memberikan bimbingan dengan penekanan pada perbaikan akhlak dan nilai-nilai agama serta budaya. Muatan agama diberikan sekitar 60 persen dan selebihnya pengetahuan umum. Siswa direkrut secara gratis dari anak keluarga kurang mampu, terbelakang di sekolahnya, dan anak-anak putus sekolah. SPAS juga diharapkan menjadi sarana perpustakaan bagi desa karena sejumlah buku telah disiapkan di gedung SPAS. (ute) |
26 November 2007
Ijazah SPAS Akan setara paket A
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar