26 November 2007

Resmikan Gedung P2TP2A, Meutia Minum Sara'ba Instan


GOWA, BKM-- Perempuan jangan terlalu cepat puas pada satu keahlian saja. Demikian penegasan yang dilontarkan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (PP), Prof Dr Meutia Hatta Swasono disela kunjungan kerjanya di Kab. Gowa dalam rangka penyerahan simbolik Surat Keterangan Melek Aksara (Sukma) angkatan 2007 yang berlangsung di Baruga Krg Galesong Pemkab Gowa, Rabu (14/11) kemarin.
Menteri PP yang datang didampingi Deputi Bidang Kualitas Hidup Perempuan, Setiawati dan Deputi Bidang Organisasi Wanita, Kasmah serta rombongan, menegaskan agar kaum perempuan mulai sekarang harus memikirkan diri untuk bebas dari buta aksara. Sangat disayangkan, kata Meutia, jika perempuan sudah buta aksara ditambah lagi kualitas SDMnya rendah maka akan sangat tidak berguna dalam upaya membantu suami dari bebannya menanggung hidup keluarga.
''Perempuan harus punya pendidikan. Tapi tidak serta merta harus menjadi pegawai kantoran. Sangat riskan jika perempuan tidak terdidik, kira-kira bagaimana caranya mendidik dengan baik anak-anaknya. Pendidikan non formal dalam bentuk pengentasan buta aksara seperti yang diterapkan di Gowa ini, akan bermanfaat besar bagi peningkatan kemampuan bidang ekonomi masyarakat. Tanpa menjadi pegawai kantoran, perempuan bisa berakses keluar melalui internet. Kualitas seperti inilah yang kita cari, sehingga kaum perempuan tidak akan terkebelakang,'' kilah Meutia yang membagikan Sukma kepada sejumlah perwakilan peserta didik buta aksara usia produktif se Kab. Gowa.
Sementara itu, Bupati H Ichsan YL, SH, yang sempat memperkenalkan batik motif warna coklat yang dikenakannya kemarin sebagai hadiah dari Menteri PP Meutia itu, mengatakan, saat ini Gowa sedang eksis menggenjot peningkatan mutu pendidikan melalui berbagai pola, baik dalam bentuk warga belajar melek aksara usia produktif, SPAS (sanggar pendidikan anak saleh) serta pengembangan TK-TPA.
Karena keeksisan itu, maka Kab. Gowa tidak canggung mengalokasikan 20 persen dari dana APBD untuk anggaran pendidikan. Saat ini kata, Bupati, jumlah penduduk Gowa usia produktif (15-44 tahun) yang buta huruf sebanyak 23.466 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 13.500 orang akan dituntaskan menjadi melek aksara yang terdiri dari 9.000 orang melalui sumber dana APBN dan 3.500 orang melalui APBD tahun 2007. Sedangkan sisanya sebanyak 9.946 orang akan dituntaskan seluruhnya pada kurun 2008. Pendidikan melek aksara ini, tambah Bupati, yang dikerjasamakan Pemkab dengan PKK dan Kaukus Perempuan yang mulai dibuka 2006 membina sebanyak 64 kelompok
dan tahun 2007 ini membina 47 kelompok.
Usai menguji sejumlah peserta melek aksara dengan mengetesnya menuliskan kalimat yang dilontarkan Meutia sendiri, sosok Menteri SBY yang tampil sederhana langsung meresmikan penggunaan gedung P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) yang dikelola Pemkab dibawah pembinaan Bagian Keskel dan Pemberdayaan Perempuan Kab. Gowa.
Di gedung yang sempat disambut dengan tarian 'Pakkurru Sumanga' itu, Meutia juga menandatangani prasasti tanda peresmian, menanam pohon dan memotong nasi tumpeng serta meninjau sejumlah stand pameran kelompok usaha perempuan yang ada. (sar)

Tidak ada komentar: