Jumat, 23 Pebruari 2007 17:22:2
Sanggar Pendidikan Anak Saleh (SPAS) yang ada di Kabupaten Gowa patut berbangga. Pasalnya, program pendidikan luar sekolah yang dicetuskan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo ini menjadi salah satu acuan nasional pendidikan anak usia dini (PAUD).
Buktinya, metode pembelajaran SPAS telah dituangkan dalam buku pedoman teknis penyelenggara pos PAUD yang diterbitkan Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Departemen Pendidikan Nasional tahun 2006.
Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Gowa, Idris Faisal Kadir, mengatakan, setiap dilaksanakan sosialisasi PLS, SPAS sering menjadi bahan pembicaraan. Dan selalu ditunjukkan bahwa SPAS telah berjalan sukses di Kabupaten Gowa.
"Ini menjadi salah satu kebanggaan kita. Pak Bupati jug sudah mengetahui dan menyatakan kebanggaannya. Ia hanya berharap kita semua menjaga agar program SPAS bisa terus berjalan dengan terus melakukan peningkatan kualitas anak didik yang dihasilkan," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/1).
Selain itu, kata Idris, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Gowa juga menjadi SKB terbaik di wilayah V Indonesia timur. Keberadaan SKB ini juga harus dipertahankan dengan melakukan terobosan terus menerus.
Pendidikan Gratis
SPAS merupakan program pendidikan alternatif bagi anak-anak usia produktif. SPAS memberikan bimbingan dengan penekanan pada perbaikan akhlak dan nilai-nilai agama serta budaya. Muatan agama diberikan sekitar 60 persen dan selebihnya pengetahuan umum.
Siswa direkrut secara gratis dari anak keluarga kurang mampu, terbelakang di sekolahnya, dan anak-anak putus sekolah. SPAS juga diharapkan menjadi sarana perpustakaan bagi desa karena sejumlah buku telah disiapkan di gedung SPAS. (ute)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar